Raden Siti Jenab, atau lengkapnya Nyi Rd. Siti Djenab Djatradidjaja, adalah seorang tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan di Cianjur. Lahir pada tahun 1890 dan meninggal pada tahun 1951, perjalanan hidupnya menjadi teladan bagi perjuangan pendidikan dan perempuan di masa itu.
Pada tahun 1906, di Cianjur, upati R. Muharam Wiranatakusumah mendirikan Sakola Kautamaan Istri sebelum akhirnya dipindahkan ke Bandung. Sekolah ini didirikan di Kampung Joglo, tidak jauh dari gedung kantor Kabupaten Cianjur, dan dipercayakan kepemimpinannya kepada Raden Siti Jenab. Sekolah Kautamaan Istri ini merupakan perpaduan gagasan dari Sakola Istri Raden Dewi Sartika dengan Sakola Kautamaan Istri Lasminingrat di Garut.
Raden Siti Jenab menjadikan Sekolah Kautamaan Istri sebagai wadah yang mendorong perempuan untuk berpendidikan dan mandiri. Upayanya dalam memajukan pendidikan perempuan di Cianjur memberikan dampak positif bagi masyarakat pada masa itu. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang baru bagi kaum perempuan dalam mengembangkan potensi dan bakat mereka.
Pengabdian Raden Siti Jenab kepada dunia pendidikan dan perempuan tidak terlewatkan oleh para pakar sejarah Jawa Barat. Pada 14 Februari 2018, Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar mengusulkan Raden Siti Jenab sebagai pahlawan nasional. Usulan tersebut mendapat dukungan positif dari Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, serta sejumlah tokoh sejarah, budaya, dan kesenian di Cianjur.
Pengusulan ini menjadi suatu bentuk penghargaan atas jasa Raden Siti Jenab dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif bagi perempuan. Melalui dedikasinya, ia telah membuka jalan bagi perempuan di Cianjur untuk terlibat aktif dalam dunia pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Sejarah mengabadikan namanya sebagai inspirasi bagi generasi penerus dalam mengangkat peran perempuan dan memperjuangkan hak-hak mereka.
Kisah perjalanan hidup Raden Siti Jenab akan terus diwariskan sebagai bagian dari warisan budaya dan pendidikan di Cianjur. Semangatnya dalam memajukan perempuan dan pendidikan akan selalu menjadi pijakan bagi upaya mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan berdaya saing di masa depan.