-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Biografi H. Muammar Zainal Asyikin (Muammar ZA): Qari Legendaris Indonesia

Selasa, 18 Maret 2025 | 06.27 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-18T00:40:04Z


H. Muammar Zainal Asyikin, lebih dikenal sebagai Muammar ZA, adalah seorang Qari’ senior dan Hafiz yang terkenal di Indonesia maupun internasional. Dengan suara merdu dan kemampuan nafas panjang yang luar biasa, beliau menjadi legenda dalam dunia qiro’ah Al-Quran. Muammar ZA telah memenangkan berbagai kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional dan internasional, serta diundang ke berbagai negara untuk melantunkan ayat suci Al-Quran.

Muammar ZA lahir di Pamulihan, Warungpring, Moga, Pemalang, Jawa Tengah pada 14 Juni 1954. Ia berasal dari keluarga yang taat beragama dan merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Ayahnya, H. Zainal Asyikin, dan ibunya, Hj. Mu’minatul Afifah, adalah tokoh agama di desanya. Salah satu adiknya, Imron Rosyadi ZA., juga mengikuti jejaknya sebagai qari nasional.

Sejak kecil, Muammar telah menunjukkan bakat dalam membaca Al-Quran. Pada usia 7 tahun, ia memenangkan lomba membaca Al-Quran di Pemalang pada tahun 1962. Ia kemudian menempuh pendidikan di berbagai lembaga Islam, termasuk mondok di Kaliwungu, Kendal, yang dikenal sebagai kota santri. Ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Guru Agama (PGA) Yogyakarta dan sempat belajar di IAIN Sunan Kalijaga. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta untuk menimba ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Ciputat.

Dalam perjalanan kariernya, Muammar ZA meraih banyak prestasi gemilang. Ia menjadi juara 1 MTQ tingkat Provinsi DIY pada tahun 1967 dan terus berlanjut menjuarai MTQ tingkat nasional pada tahun 1967, 1972, dan 1973 mewakili Yogyakarta. Prestasi internasionalnya dimulai ketika ia menjadi juara dalam lomba qari’ tingkat internasional pada tahun 1979 dan 1986. Berkat pencapaiannya yang luar biasa, ia sering diundang ke berbagai negara, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Pakistan, dan Turki, untuk melantunkan ayat suci Al-Quran di hadapan pemimpin negara dan masyarakat Muslim dunia.

Muammar ZA dikenal memiliki kemampuan nafas panjang yang luar biasa dalam membaca Al-Quran, suatu keistimewaan yang jarang dimiliki oleh qari lainnya. Teknik bacaan dan langgamnya yang khas membuatnya menjadi panutan bagi banyak qari’ di Indonesia dan dunia. Selain itu, ia juga terinspirasi dari gurunya, Almarhum Syekh Abdul Basit, seorang qari’ legendaris dari Mesir, yang membantunya mengembangkan teknik tilawah dengan karakter suaranya sendiri.

Selain berprestasi dalam dunia qiro’ah, Muammar ZA juga berkontribusi dalam pendidikan Al-Quran. Pada tahun 2002, ia mendirikan Pesantren Ummul Quro di Cipondoh, Tangerang, dengan tujuan mencetak qari’ dan qariah muda berkelas internasional. Pesantren ini menjadi tempat pembelajaran bagi banyak santri yang ingin mendalami ilmu Al-Quran secara lebih serius.

Sebagai salah satu qari’ paling berpengaruh di Indonesia, Muammar ZA telah menginspirasi banyak generasi qari’ muda. Suaranya yang merdu masih sering diperdengarkan dalam berbagai kesempatan, termasuk di televisi dan radio Islam. Dedikasinya dalam dunia Al-Quran menjadi warisan berharga bagi umat Islam di Indonesia dan dunia. H. Muammar ZA bukan hanya sekadar qari’, tetapi juga seorang pendidik dan inspirator dalam dunia qiro’ah Al-Quran. Prestasinya yang gemilang serta dedikasinya dalam mencetak generasi penghafal dan pembaca Al-Quran menjadikannya sosok yang dihormati dan dikenang sepanjang masa.
×
Berita Terbaru Update