-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pengendalian Banjir Jabodetabek dan Cianjur (Jabodetabekjur)

Jumat, 28 Maret 2025 | 03.20 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-27T20:20:36Z
Foto: ilustrasi banjir bandang Jakarta


Pemerintah menggelar rapat koordinasi tingkat menteri untuk membahas strategi pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur). Rapat ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan menghasilkan keputusan penting terkait mitigasi bencana banjir di kawasan tersebut.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial. “Diperlukan langkah yang komprehensif serta sinergitas antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menangani banjir secara efektif,” ujarnya dalam konferensi pers setelah rapat pada Kamis, 27 Maret 2025.

Pembentukan Tim Khusus

Sebagai langkah konkret, rapat menyepakati pembentukan Tim Khusus Pengendalian Banjir Jabodetabekjur. Tim ini dipimpin oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, dan beranggotakan perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Tugas utama tim ini adalah merumuskan kebijakan strategis, melakukan pemantauan, serta mengevaluasi efektivitas langkah-langkah pengendalian banjir di wilayah terdampak.

“Banjir yang terjadi pada awal Maret lalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan tidak bisa dibiarkan terus berulang. Oleh karena itu, kami akan berusaha menangani masalah ini dengan lebih optimal,” tambah Pratikno.

Rapat Dihadiri Pejabat Penting

Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam rapat koordinasi ini, termasuk Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ossy Dermawan, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni juga turut serta dalam pembahasan tersebut.

Dampak Banjir di Jabodetabek

Banjir yang terjadi pada awal Maret 2025 melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek setelah hujan deras mengguyur sejak Senin sore, 3 Maret 2025. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan luapan air di berbagai titik, sehingga ribuan warga harus mengungsi.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Selasa, 4 Maret 2025 pukul 16.00 WIB, banjir merendam 122 RT di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Hingga Rabu pagi, sebanyak 85 RT masih terendam meski secara umum banjir mulai surut. Sementara itu, BPBD Kota Bekasi mencatat sebanyak 20 titik wilayahnya mengalami banjir pada Selasa, 4 Maret 2025.

Dengan pembentukan tim khusus ini, pemerintah berharap dapat merancang solusi jangka panjang yang efektif dalam mengendalikan banjir di Jabodetabekjur, sehingga dampak bencana dapat diminimalisir di masa mendatang.
×
Berita Terbaru Update