Perjalanan menggunakan Kereta Api Siliwangi dari Cianjur ke Sukabumi selalu menjadi pengalaman yang mengesankan, terlebih ketika melewati salah satu ikon bersejarah di Jawa Barat, yaitu Terowongan Lampegan. Terowongan ini bukan hanya sekadar jalur kereta, tetapi juga menyimpan kisah panjang sejak zaman kolonial.
Suasana Perjalanan: Ramai Jelang Lebaran
Menjelang H-6 Lebaran, stasiun-stasiun di sepanjang jalur Cianjur–Sukabumi mulai dipadati penumpang. Dari pantauan di Stasiun Ciranjang, jumlah penumpang masih terbilang normal, namun saat tiba di Stasiun Cianjur, lonjakan penumpang mulai terasa. Banyak warga yang hendak mudik membawa barang bawaan cukup banyak, menandakan mereka siap untuk pulang ke kampung halaman.
Saat kereta berangkat dari Stasiun Cianjur, perjalanan menuju Sukabumi menawarkan pemandangan yang menawan. Jalur yang membentang di antara perbukitan, persawahan hijau, hingga sungai yang mengalir deras menambah keindahan perjalanan.
Melintasi Terowongan Lampegan, Terowongan Kereta Api Tertua di Jawa Barat
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam perjalanan ini adalah saat kereta memasuki Terowongan Lampegan. Terowongan yang memiliki panjang 686 meter ini merupakan terowongan kereta api tertua di Jawa Barat, dibangun pada tahun 1879 pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Sensasi saat melewati terowongan ini cukup unik. Dari luar, terlihat mulut terowongan dengan dinding batu yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Begitu kereta mulai masuk, suasana menjadi gelap, hanya ada sorot lampu kereta yang menerangi jalur di depan. Beberapa penumpang tampak antusias merekam momen ini, sementara lainnya menikmati perjalanan dengan rasa penasaran.
Daya Tarik Wisata Sejarah
Selain menjadi bagian dari jalur transportasi utama, Terowongan Lampegan juga memiliki daya tarik wisata. Banyak orang yang datang ke sini untuk sekadar melihat langsung salah satu peninggalan sejarah perkeretaapian di Indonesia. Tidak jauh dari terowongan, terdapat beberapa warung makan dan spot foto menarik yang sering dikunjungi wisatawan.
Kesimpulan: Perjalanan yang Wajib Dicoba
Perjalanan dengan kereta Pangrango dari Cianjur ke Sukabumi memberikan pengalaman yang tidak hanya nyaman tetapi juga bersejarah. Melewati Terowongan Lampegan menambah kesan tersendiri bagi para penumpang, terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah transportasi di Indonesia.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman serupa, jangan lupa untuk mempersiapkan tiket lebih awal, terutama menjelang musim mudik seperti ini. Selamat menikmati perjalanan!
Saat kereta berangkat dari Stasiun Cianjur, perjalanan menuju Sukabumi menawarkan pemandangan yang menawan. Jalur yang membentang di antara perbukitan, persawahan hijau, hingga sungai yang mengalir deras menambah keindahan perjalanan.
Melintasi Terowongan Lampegan, Terowongan Kereta Api Tertua di Jawa Barat
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam perjalanan ini adalah saat kereta memasuki Terowongan Lampegan. Terowongan yang memiliki panjang 686 meter ini merupakan terowongan kereta api tertua di Jawa Barat, dibangun pada tahun 1879 pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Sensasi saat melewati terowongan ini cukup unik. Dari luar, terlihat mulut terowongan dengan dinding batu yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Begitu kereta mulai masuk, suasana menjadi gelap, hanya ada sorot lampu kereta yang menerangi jalur di depan. Beberapa penumpang tampak antusias merekam momen ini, sementara lainnya menikmati perjalanan dengan rasa penasaran.
Daya Tarik Wisata Sejarah
Selain menjadi bagian dari jalur transportasi utama, Terowongan Lampegan juga memiliki daya tarik wisata. Banyak orang yang datang ke sini untuk sekadar melihat langsung salah satu peninggalan sejarah perkeretaapian di Indonesia. Tidak jauh dari terowongan, terdapat beberapa warung makan dan spot foto menarik yang sering dikunjungi wisatawan.
Kesimpulan: Perjalanan yang Wajib Dicoba
Perjalanan dengan kereta Pangrango dari Cianjur ke Sukabumi memberikan pengalaman yang tidak hanya nyaman tetapi juga bersejarah. Melewati Terowongan Lampegan menambah kesan tersendiri bagi para penumpang, terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah transportasi di Indonesia.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman serupa, jangan lupa untuk mempersiapkan tiket lebih awal, terutama menjelang musim mudik seperti ini. Selamat menikmati perjalanan!