-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Dimulai 2025: Akses Cepat, Ekonomi Melesat!

Senin, 31 Maret 2025 | 05.35 WIB | 0 Views Last Updated 2025-04-01T22:35:56Z
Pemerintah telah memastikan bahwa proyek pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang akan dimulai pada tahun 2025. Keputusan ini diumumkan setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar konsultasi publik pada 13 Oktober 2024.

Proyek strategis ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota yang akan dilalui jalur tol tersebut, termasuk Kabupaten Cianjur. Skema KPBU memungkinkan keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur, sehingga proyek-proyek besar dapat terealisasi dengan lebih cepat dan efisien.

Dampak Positif bagi Mobilitas dan Ekonomi

Jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan dari Cianjur menuju Bandung, Jakarta, dan Sukabumi. Ruas tol tersebut akan membentang dari Kabupaten Sukabumi, melewati Cianjur, hingga mencapai Bandung Barat. Dengan kehadiran jalan tol ini, kemacetan lalu lintas, terutama di jalur utama yang menghubungkan Cianjur dengan Bandung dan Jakarta, diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Selain itu, keberadaan jalan tol ini juga diharapkan dapat meningkatkan arus ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah yang dilalui. Dengan akses yang lebih cepat dan mudah, investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modal di sektor-sektor strategis seperti industri dan pariwisata di sepanjang jalur tersebut.

Tahapan Pembangunan Jalan Tol

Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang akan berlangsung dalam dua tahap dengan target penyelesaian pada tahun 2029. Tahap pertama mencakup ruas Sukabumi-Ciranjang dengan panjang sekitar 21 hingga 24 kilometer, sementara tahap kedua adalah ruas Ciranjang-Padalarang dengan panjang 24 kilometer.

Di wilayah Cianjur, jalan tol ini akan memiliki dua gerbang keluar, yaitu di Ciranjang dan di Ciwalen, Kecamatan Warungkondang. Kehadiran dua gerbang tol ini akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Cianjur untuk menuju kota-kota besar di Jawa Barat.

Pembangunan Infrastruktur Prioritas

Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 34 proyek infrastruktur akan dibangun dengan skema KPBU pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan proyek jalan tol dengan total panjang 341,1 kilometer dan nilai investasi mencapai Rp14,02 triliun. Salah satu proyek prioritas dalam skema ini adalah pembangunan Jalan Tol Ciranjang-Padalarang di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Triono Junoasmono, skema KPBU memungkinkan pemerintah untuk menggandeng pihak swasta dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pembangunan jalan tol dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyambut baik rencana pembangunan jalan tol ini dan berharap proyek tersebut segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

Bupati Cianjur menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya akan mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga mendorong pertumbuhan kawasan industri dan pariwisata di sepanjang jalur tol. Dengan akses yang lebih mudah, sektor-sektor strategis di Jawa Barat, termasuk Cianjur, akan lebih berkembang dan menarik minat investor.

Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi beban lalu lintas di jalur nasional. Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang dilalui proyek ini dapat meningkat secara signifikan.
×
Berita Terbaru Update