Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian aktor senior Ray Sahetapy yang meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, pukul 21.04 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di akun Instagramnya satu jam setelah kepergian sang ayah.
“Selamat jalan, Ayah! Kami selalu menghargai kenangan-kenangan bersamamu. Titip salam cinta dan kangen ke kak Gisca!” tulis Surya dalam unggahannya, disertai foto dirinya bersama sang ayah. Di Instagram Story-nya, Surya yang kini bermukim di New York, Amerika Serikat, turut mengunggah foto Ray Sahetapy bersama mendiang kakaknya, Gisca Sahetapy, yang telah berpulang pada 11 Juni 2010 karena radang otak. “Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad!” tulisnya kembali.
Duka mendalam juga disampaikan oleh Merdianti Octavia, istri dari putra Ray, Rama Sahetapy, yang turut mengunggah ucapan belasungkawa di media sosialnya.
Perjalanan Karier Ray Sahetapy
Ray Sahetapy, yang lahir dengan nama lengkap Farence Raymond Sahetapy pada 1 Januari 1957, telah lama menjadi ikon perfilman Tanah Air. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi aktor dan mengejar impian tersebut dengan berkuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Karier aktingnya dimulai dengan membintangi film Gadis (1980), di mana ia beradu akting dengan Dewi Yull. Setahun setelah film itu tayang, Ray dan Dewi Yull menikah dan dikaruniai empat anak: Gisca Sahetapy, Rama Sahetapy, Surya Sahetapy, dan Raya Sahetapy. Sayangnya, pernikahan mereka berakhir pada 2004, dan Ray kemudian menikahi Sri Respatini Kusumastuti, teman kuliahnya di IKJ.
Sebagai aktor watak, Ray dikenal mampu membawakan berbagai karakter dengan luar biasa. Ia membintangi sejumlah film terkenal seperti Kabut Ungu di Bibir Pantai, Dukun Ilmu Hitam, Sejuta Serat Sutra, hingga The Raid yang mendapat pengakuan internasional. Dalam film The Raid, Ray berperan sebagai kepala gangster narkoba yang memberikan warna tersendiri pada film laga tersebut.
Ray Sahetapy juga menerima apresiasi atas perannya dalam film Ponirah Terpidana, Tatkala Mimpi Berakhir, dan Jangan Bilang Siapa-siapa. Sepanjang kariernya, ia masuk nominasi Aktor Terbaik di ajang Festival Film Indonesia sebanyak enam kali, meskipun belum pernah meraih kemenangan.
Kondisi Kesehatan dan Pemakaman
Ray Sahetapy telah lama berjuang melawan penyakit stroke. Meski sempat mengalami perbaikan kondisi, pada 3 Maret lalu ia kembali menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. Dalam sepekan terakhir, kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya tutup usia pada Selasa malam.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait lokasi dan waktu pemakaman aktor legendaris ini. Keluarga masih dalam proses menentukan tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan seprofesi, serta para penggemarnya. Karyanya akan selalu dikenang dalam dunia perfilman Indonesia.